SUV Terbaik dari Mercedes Benz

SUV Terbaik dari Mercedes Benz – Pertama kali Mer- cedes-Benz GLA masuk Indonesia, ia langsung mengundang decak kagum. Model crossover ala Mercy yang menggabungkan gaya SUV (GL) berpadu apik dengan gaya sebuah hatchback (Aclass). Dan sekarang muncul lagi model dengan pakem serupa. Kali ini memadukan gaya sebuah SUV (GL) dan sedan C-Class. Ia lumayan ditunggu sejak mulai menjadi mobil konsep, walau pihak Mercedes Benz lebih senang menyebutnya sebagai penerus generasi GLK-Class. Memang jika diperhatikan, ia tidak sama dengan sedan C-Class yang belum lama ini beralih generasi. Ibarat gadis cantik, GLC lebih menggoda. Bisa diperhatikan dari tampilan moncongnya yang kokoh dan kap mesin memanjang ala sports car zaman dulu. Meski begitu, gaya modern Mercy masih tergambar nyata di sektor gril dan lampu depan. Sebagai penanda adalah sepasang alis yang berasal dari deretan lampu LED. Sementara simbol mobil sport datang dari lekuk bumper yang kokoh, berotot, tapi tetap bergaya masa kini.

Ke samping, siluet retro car kian jelas terpancar. Apalagi ditunj ang oleh postur tubuhnya yang tidak tinggi. Tidak ba nyak guratan, tapi ia tetap terlihat maskulin. Upaya membuat style sports car tergambar dari lekukan melandai lis kaca dan sedikit mengaburkan nuansa sebuah SUV. Kesan mobil kompak terlihat dari belakang. Tetap minim lekukan tapi terkesan mahal. Diffuser kokoh di bawah bumper sebagai penegas DNA sebuah SUV. Masuk ke dalam, tak dapat dibantah, atmosfer C-Class langsung menyeruak. Nyaris seluruh detailnya sama. Kami masih kurang suka dengan monitor 7 inci ala tablet di tengah dasbor. Apalagi posisinya justru seperti menutup desain keseluruhan dasbor. Tapi ia seperti penghubung antara desain klasik dan modern. Serta terlihat lebih proporsional. Detail yang disuguhkan cukup memikat. Aksen bergaya retro tampil di beberapa sudut. Paling nyata pada kisi AC.

Keunikan terlihat pada beberapa panel, terutama di pintu dengan sentuhan bernuansa metal. Klasik, tapi disesuaikan dengan aliran modern yang kaya tekstur. Konsol tengah yang menyatu dengan dasbor terlihat halus dan elegan. Baluran panel mengilap bukanlah selera semua orang karena mudah kotor. Meski begitu, kehadiran touch pad pengatur COMMAND justru memberi kesan bergaya masa depan. Lebih minimalis dan tidak lagi kaku. Akomodasi menjadi poin selanjutnya dari GLC. Posisi duduk terasa lega, baik head room maupun leg room. Sandaran bangku cukup rebah membuatnya terasa rileks saat diduduki. Plus panoramic roof untuk menikmati pemandangan. Hanya ada satu pilihan tipe, yakni GLC 250 4MATIC. Ia dilengkapi mesin 1.991 cc 4 silinder ditambah turbo sehingga menghasilkan tenaga hingga 211 dk di 5.500 rpm. Sedangkan torsinya terbilang mengesankan. Bayangkan, bisa mencapai 350 Nm pada putaran serendah 1.200-4.000 rpm.

Belum puas, tenaga disalurkan via transmisi otomatis 9G-TRONIC. Oh ya, berlabel 4MATIC, artinya tenaga diteruskansecarapermanen ke seluruh roda. Klaimnya, ia hanyabutuhtempo7,3detik untuk menyelesaikan sprint 0-100 km/jam. Sedangkan konsumsi BBM kombinasi klaimnya sekitar 15 km/l. Jelas sebuah sinergi yang pas anta ra performa dan konsumsi BBM irit. Lantas, berapa harganya? ‘Cukup’ sediakan Rp 999 juta (off­the­road)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *