Mobil Hatchback BMW Terbaik

kami yakin, bahwa BMW tidak mung- kin melakukan kesalahan fatal dengan mengadirkan desain yang tidak mencerminkan identitas BMW. Kami pun yakin, bahwa 218i Active Tourer memang spesies baru yang didedikasikan prinsipal BMW untuk menjangkau segmen pasar yang belum pernah mereka sentuh sebelumnya. Penggerak depan yang belum pernah ada sebelumnya, memang memberikan rasa berbeda ketika berkendara, yaitu saat kecepatan tinggi.

Yup, hanya ketika berbelok tajam di atas kecepatan 80 km/jam saja Seri-2 terimbas efek understeer. Tapi seberapa sering Anda akan bermanuver di kecepatan tersebut? Karena saat bermanuver di kecepatan normal, tak ada pembeda rasa pengendaliannya dengan BMW pada umumnya. Malah, ia cenderung lebih presisi ketika harus bermanuver di ruang sempit. Namun format kompak tadi justru mengagetkan ketika Anda masuk ke kabinnya. Visibilitas yang sempurna berkat aplikasi 24aUtO Bild indOneSia .

BMW 218i Active Tourer Mesin: 1.499 cc 3-silinder tenaga maksimum: 136 dk/ 4.400 rpm torsi maksimum: 220 Nm/1.250-4.300 rpm transmisi: Otomatis 6-speed/FWD P x l x t: 4.342 x 2.038 x 1.586 mm Wheelbase: 2.670 mm ground clearance: 165 mm Ukuran ban: 205/55 R17 Bobot: 1.395 kg kapasitas tangki: 51 liter 0-100 km/jam: 10,1 detik konsumsi BBM dalam kota/tol: 11,4/18,3 km/l Harga: Rp 619 juta

Ruang penyimpanan lapang tetap tersedia Meski mungil dan diposisikan untuk menjaga efi siensi, namun mesin ini menjanjikan akselerasi yang cukup pilar A yang cukup tegak, memberikan rasa aman ketika mengendarainya bagi siapapun yang baru pertama kali mengendarai BMW. Rasa lapang pun menjadi sensasi baru. Hal ini bukan saja bagi penumpang di baris pertama, namun baris kedua juga memberikan feeling ruang yang luas layaknya BMW seri-7. Padahal ini hanya imbas dari atap yang tinggi saja. Wheelbase-nya cukup pendek, hanya 2.670 mm, tapi lebar ruang kabin yang lebih besar di bagian belakang membuatnya cukup layak mengangkut 5 penumpang dewasa. Hanya saja kenyamanan penumpang ketiga di bagian tengah bangku kedua harus berkurang akibat tingginya lantai bagi kopel penggerak belakang.

Nah, betul, meski hanya berpenggerak depan, namun BMW sudah menyiapkan bodi seri-2 Active tourer untuk penggerak AWD yang dilansir di negara lain. Mesin 1.499 cc sejatinya milik MINI Cooper. BMW i8 pun kebagian mesin 3-silinder ini, dan Seri-2 menjadi BMW pertama yang dirilis BMW Indonesia dengan konfigurasi silinder ganjil tersebut. Vibrasi? Hanya timbul ketika mesin baru menyala. Seterusnya, yang terasa hanya efek dari cepatnya kenaikan torsi yang disambung dengan nafas TwinPower Turbo. Efisiensi merupakan tujuan dari aplikasi mesin mungil tersebut. Konsumsi bahan bakar di level 11,4 km/liter bukan hal yang sulit didapat ketika seri-2 melenggang di dalam kota.

Apalagi jika Anda memanfaatkan berbagai pemandu efisiensi seperti coasting level yang muncul di panel instrumen, maka mesin bensin di mobil BMW bukan hal yang haram untuk berefisien ria. Saat harus dipacu dengan kecepatan konstan 90 km/jam pun ia bisa mencatat tingkat konsumsi 18,3 km/liter. Meski bermesin mungil, 2 Active Tourer juga bisa berlari cukup cepat. Imbas dari cepatnya kenaikan torsi membuatnyabisamelajuke100 km/jam dari posisi diam dengan tempo 10,1 detik saja. Patut diacungi jempol, sebagai BMW dengan harga paling terjangkau saat ini, seri-2 yang tidak familiar ini justru akan menghadirkan eksklusifitas tersendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *